Acara Nyangku di Alun-alun
Tampilkan postingan dengan label Panjalu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panjalu. Tampilkan semua postingan
Minggu, 17 November 2019
Rundown Upacara Nyangku Panjalu 2019
Berikut ini rundown acara Festival Budaya Upacara Adat Nyangku Panjalu 2019:
Minggu,17 Nov 2019:
- Jalan santai
- Puseur Galuh Ciamis
- Boborodan Sunda
Senin, 18 Nov 2019
- Panesa out door study
- Lomba anak Islami Samida I
- Helaran Taman Borosngora
- Wayang golek feat Ki Sunda
Selasa, 19 Nov 2019
- Sapoe sareng Paku Sunda
- Lomba anak Islami Samida II
Rabu, 20 Nov 2019
- Ajang kreasi Seni Muslimin
- Lomba anak Islami Samida III
- Manaqib
- Maulid Nabi bersama KH Hari Sunarya
Kamis, 21 November 2019
- Kirab Jampana Samida
- Jamparing Mapag Nyangku
- Kaulinan budak baheula
- Parade Musik Islami
Jumat, 22 Nov 2019
- Jumat sehat Panjalu kuat
- Upacara adat Tirta Kahuripan
- Parade seni tradisi
- Gelar Kala chandra
Sabtu, 23 Nov 2019
- Festival 1000 anak
- Parade band pelajar
- Nyangku musik fest
Minggu, 24 Nov 2019
- Maulid Nabi (Desa Panjalu)
- Panjalu beramal
- Maulid Nabi (Yayasan Borosngora)
- Pusaka Sunda, pencak silat
Senin, 25 Nov 2019
- Upacara adat sakral Nyangku
- Pesta rakyat (balap parahu, kaulina cai)
Selasa, 26 Nov 2019
- Pencucian seluruh pusaka Bumi Alit
Selasa, 20 November 2018
Nyangku 2018
Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Diberitahukan kepada warga Panjalu
Insya Allah, Acara Nyangku tahun 2018 akan dilaksanakan pada hari Senin,
tanggal 3 Desember 2018.
Jumat, 06 April 2018
Wajan Raksasa Panjalu
Orang yang pernah mengunjungi mesjid Agung Panjalu yang lama mungkin sempat melihat 2 buah mangkuk besi raksasa di depan pintu masuk utama mesjid. Karena mesjid mengalami pemugaran, kedua mangkuk tersebut sekarang berada di samping rumah Bpk Haris, Kuwu Panjalu, pesis di sisi jalan masuk ke Bumi Alit. Bila akan berjalan masuk ke Bumi Alit, pengunjung akan melihat wajan tersebut di sebelah kanan.
![]() |
| Wajan raksasa yang berada di jalan menuju Bumi Alit dipenuhi air hujan |
Bila kita lihat lebih dekat di wajan besi tersebut tertulis Edwin Maw Lipervool seperti terlihat di gambar di bawah ini.
Mangkuk pertama:
EDWIN MAW LIVERPOOL
1330 52 X 20
Mangkuk kedua:
EDWIN MAW LIVERPOOL
1494 52 X 20
Siapa sebenarnya Edwin Maw itu?
Bila kita cari di Google, Edwin Maw adalah seorang berkebangsaan Inggris yang hidup sekitar tahun 1870-an. Menurut sebuah sumber, beliau seorang pengusaha pengecoran besi di Liverpool di utara Wallasey Pool, Seacomber 55. Perusahaanya banyak memproduksi rel kereta api dan peralatan, termasuk komponen mesin pembuat gula. Pabrik gula yang ada di Hawaii termasuk yang menggunakan komponen dari perusahaan Edwin Maw ini.
Di bejana tersebut tertulis 1330 52 X 20 dan 1494 52 X 20. Angka 1330 dan 1494 ini mungkin nomor seri, tidak mungkin tahun pembuatannya. Sedangkan angka 52 X 20 adalah ukuran bejana tersebut.
Belum jelas apa kegunaan dari bejana besi yang ketebalannya cukup besar ini. Kuat diduga bejana tersebut adalah wadah untuk mengolah gula pada masa kolonial. Seperti penemuan wajan/bejana raksasa di kabupaten Batang Jawa Tengah, juga diduga milik pabrik gula saat jaman penjajahan Belanda. (buka link ini : http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/07/penemuan-wajan-raksasa-akan-lengkapi-sejarah-pabrik-gula)
Kalau kita bandingkan dengan bejana yang ditemukan di Batang, bentuknya mirip, hanya saja bejana yang di berada di Panjalu ukurannya lebih kecil. Diduga dahulu di Panjalu terdapat pabrik gula.
![]() |
| Wajan yang ditemukan di Batang |
Dalam sejarah, pada abad 18-19 Hindia Belanda termasuk penghasil gula terbesar di dunia. Ratusan pabrik gula tersebar di berbagai daerah, dan bisa jadi termasuk di Panjalu. Setelah bisnis gula ini sepi, wajan-wajan raksasa ini banyak disimpan di samping mesjid untuk menampung air hujan, dan airnya dipakai untuk berwudhu. Konon, selain di mesjid Agung Panjalu, di mesjid Agung Ciamis dan di pesantren Manonjaya juga terdapat wajan yang sama, hanya saja dengan ukuran yang lebih besar.
Rabu, 07 Februari 2018
Curug Tujuh CiBolang Panjalu
Keindahan wisata aiam air terjun menjadi primadona tersendiri bagi
wisatawan. Hampir setiap daerah di jawa Barat mempunyai wisata air terjun.
Seperti halnya di daerah Ciamis, nama Curug Tujuh kini menjadi primadona wisatawan.
Curug Tujuh (Curug Cibolang) merupakan aliran yang bertingkat-tingkat sampai 7
air terjun, yakni Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Simantaja,
Curug Cileutik, dan Curug Cibuluh.
Curug Tujuh bagi masyarakat
setempat berkaitan dengan legenda bahwa air terjun tersebut berasal dari air
mata raja. Curug ini walau musim kemarau tidaklah kering kerontang. Istimewanya
airnya tidak pernah surut sekailpun musim kemarau. Tempat wisata ini pun rnenjadi
destinasi kekinian bagi para pelancong yang datang dari Ciamis sendiri maupun
dari luar kota.
Curug Tujuh berlokasi di area
wanasita seluas 20 hektare yakni di kawasan hutan RPH Panjalu BKPH Ciamis KPH
Ciamis. Lokasinya sendiri termasuk Desa Sanding Taman, Kecamatan Panjalu,
Kabupaten Ciamis. Objek wisata alam nan resik ini terietak pada ketinggian
sekitar 800-900 m di atas permukaan laut. Di iokasi ini pun biasa menjadi
tempat berkemah.
Salah satu air terjun favorit
pengunjung untuk disambangi adalah Curug Satu. Curug ini berjarak kurang lebih
50 m dari gerbang. Curug Satu merupakan curug yang paling besar. Ketinggian
Curug Satu sekitar 120 meter dengan lebar 20 meter dan di sisi kirinya terdapat
tebing datar.
Destinasi wisata ini berada di
kawasan hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani.
Untuk menuju objek wisata Curug
Tujuh Panjalu I Curug Cibolang bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda
empat. Iokasi Curug Tujuh terletak di Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, di kaki
Gunung Sawal. Lokasinya kurang lebih 35 km dari Kota Ciamis ke arah
utara.
Curug 1 jaraknya dari gerbang hanya sekitar 50 m. Disinilah
pengunjung terbanyak berada, karena dekat dan paling besar.
Curug 2
Tidak bisa dituruni, kita hanya berjalan diatas air terjunnya, lagipula curug ini tidak begitu besar. Curug ini cukup jauh dari curug 1, sekitar 1km ambil jalan kekiri curug 1. Saya heran, kenapa penomoran curug ini tidak sesuai dengan jalur jalan, dikiri ada 4 curug nomor 2,5,6,7 dikanan 2 curug nomor 3,4 ditengah curug nomor 1.
Curug 3
Indah dan bisa dipakai main air. Curug ini tidak begitu jauh dari curug nomor 1. Dari curug nomor 1 ambil jalan ke kanan, sekitar 50 meter.
Curug 4
Curug ini cukup sulit ditempuh, berada diatas curug nomor 3. Medannya menanjak. Bisa untuk main air, meski banyak batu2.
Curug 5
Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3.
Curug 6
Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3.
Curug 7
Curug ini juga tidak bisa dipakai mandi. hampir sama dengan curug 3.
Sumber:
http://www.wisatajabar.com
http://www.diciamis.com
Rabu, 20 Desember 2017
Upacara Adat Nyangku, Warisan Budaya Kerajaan Panjalu Untuk Indonesia
Upacara adat Nyangku adalah rangkaian prosesi adat penyucian benda-benda pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora dan para Raja serta penerusnya Bupati Panjalu yang tersimpan di Pasucian Bumi Alit. Saat ini upacara adat Nyangku sudah masuk kedalam Warisan Budaya Nasional.
Kang Erli selaku sekretaris Yayasan Borosngora mengatakan, “upacara ini sudah dimulai sejak hari Jum’at (15/12/2017) dengan acara penyerahan Cai Tirta Kahuripan yaitu mengumpulkan Sembilan mata air untuk dipakai membersihkan benda pusaka Kerajaan Panjalu”.
Sumber mata air tersebut berasal dari Situ Lengkong, Karantenan Gunung Sawal, Kapunduhan (Makam Prabu Rahyang kuning), Cipanjalu, Kubang Kelong, Pasanggrahan, Bongbang Kancana, Ciomas dan Gunung Bitung.
Rangkaian acara tersebut dilanjutkan pada hari minggu, 17.12.2017 pukul 20.00 WIB yang bertempat di Bumi Alit, dengan acara tausiah oleh penceramah ustadz Andri bertema Maulud Nabi SAW.
Selesai acara tausiah, tepat Pukul 21.00 WIB acara dilanjutkan dengan pentas silat dan pagelaran wayang golek. Pencak silat ini berasal dari Padepokan Maung Panjalu Simper.
Rangkaian Acara Nyangku ini memiliki daya Tarik tersendiri pasalanya, meskipun cuaca hujan, ribuan orang memadati Alun- alun panjalu untuk menyaksikan pagelaran pencak Silat dan Wayang golek.
“Biasanya acara setelah maulud Nabi, dilanjut dengan Pentas Debus namun mulai saat ini mungkin ada sedikit perubahan oleh panitia dengan acara pencak silat” terang Kang Erli.
Ia menambahkan, Acara nyangku ini tidak hanya melibatkan masyarakat panjalu. Tokoh budayawan dari luar kota pun turut hadir dan berpartisipasi dalam prosesi nyangku malam hari ini.
Sumber: wartapriangan.com
Keren!! Nyangku Dijadikan Warisan Budaya Tak Benda Nasional 2017
Puncak Rangkaian Acara Upacara adat nyangku dilaksanakan pada hari Senin (18/12/2017) di Taman Borosngora Alun-Alun Panjalu, Kecamatan panjalu, Kabupaten Ciamis. Tamu Undangan dalam Upacara tersebut dihadiri oleh Bupati Ciamis. Wakil Bupati Ciamis, Dandim 0613 Ciamis, Kapolres Ciamis, Mantan Kapolda Jabar dan tamu dari Kraton Yogyakarta.
Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Upacara Adat Nyangku sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional 2017.
Penetapan WBTB ini berkorelasi kuat dengan upaya pemerintah yang ingin menumbuhkan karakter relijius, nasionalis dan berbudaya kepada generasi muda. Melalui program Pendidikan Penguatan Karakter (PPK), pemerintah pusat dan daerah bisa mengajak siswa untuk menelisik, mempelajari, dan mengamalkan semua nilai-nilai kearifan lokal di daeranya masing-masing seperti Upacara Adat Nyangku ini.
Penetapan WBTB ini berkorelasi kuat dengan upaya pemerintah yang ingin menumbuhkan karakter relijius, nasionalis dan berbudaya kepada generasi muda. Melalui program Pendidikan Penguatan Karakter (PPK), pemerintah pusat dan daerah bisa mengajak siswa untuk menelisik, mempelajari, dan mengamalkan semua nilai-nilai kearifan lokal di daeranya masing-masing seperti Upacara Adat Nyangku ini.
Dalam Upacara tahunan yang dilakukan di Panjalu tersebut, Bupati Ciamis, H. IIng Syam Arifin menyerahkan sertifikat WBTB Nasional 2017 kepada Ketua Yayasan Borosngora dan disambut meriah oleh seluruh warga Panjalu.
Ketua Yayasan Borosngora, Kang Mamay mengatakan bahwa “Nyangku benar diakui asli dan resmi sebagai peninggalan dari leluhur orang Panjalu yaitu Prabu Sanghiang Borosngora oleh kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.”
“Upacara ini Unik dan tidak ada yang seperti Nyangku di tempat lain.sehingga perlu untuk dipelihara dan dipertahankan keberadaannya”tambahnya.
Dalam acara tersebut Yayasan Borosngora mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Bupati Ciamis dan kepala Dinas Parawisata yang telah ikut serta dalam terselenggaranya Upacara Adat Nyangku ini.
Sumber: wartapriangan.com
Selasa, 19 Desember 2017
Nyangku 2017
Acara SAMIDA (sami-sami dahar) pada hari Kamis, 14 Desember 2017.
Acara Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari Ahad 17 Desember 2017 jam 20.00 di Bumi Alit dengan penceramah Ustadz Andri
Pagelaran pentas silat dan pagelaran wayang golek di Taman Borosngora pada hari Ahad malam 17 Desemebr 2017. Pencak silat ini berasal dari Padepokan Maung Panjalu Simpar.
Puncak rangkaian acara nyangku berlangsung hari Senin 18 Desember 2017, yaitu upacara pencucian benda pusaka di lapangan Borosngora Panjalu Ciamis.
![]() |
| Persiapan menuju Bumi Alit |
![]() |
| Persiapan pusaka untuk dikeluarkan |
![]() |
| Barisan Ibu-Ibu pembawa kele yang berisi air untuk mencuci pusaka |
![]() |
| Grup Gembyung |
![]() |
![]() |
| Rombongan pembawa pusaka utama sudah keluar dari Bumi Alit |
![]() |
| Arak-arakan menuju Nusa Gede |
![]() |
| Sambil menunggu rombongan pembawa pusaka datang, diselenggarakan pentas seni Budaya Wayang Landung dan Buta Kararas |
![]() |
| Penerimaan sertifikat menetapkan Upacara Adat Nyangku sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional 2017 dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan |
![]() |
| Atraksi Sisingaan dari Desa Simpar |
![]() |
| Kelompok Paduan suara PKK desa Panjalu |
![]() |
| Rombongan pembawa pusaka sudah datang dari Nusa Gede |
![]() |
| Pencucian benda pusaka di panggung bambu |
![]() |
| Pusaka digosok dengan jeruk nipis |
![]() |
| Pengeringan benda pusaka sebelum dibungkus lagi |
![]() |
| Masyarakan antusias melihat proses pembungkusan kembali pusaka |
![]() |
| Proses penyimpanan kembali benda pusaka ke dalam Bumi Alit |
Minggu, 10 Desember 2017
Adventure TRAPPAN Mapag Nyangku 2017
Sebagai rangkaian acara Nyangku, Adventure TRAPPAN Mapag
Nyangku digelar di Alun-alun Taman Boros Ngora Panjalu Ciamis Jawa Barat pada
Hari Sabtu 9 Desember 2017 kemarin.
Gelaran ini dalam rangka menyambut acara sakral Nyangku yang
akan digelar pada Hari Senin 18 Desember 2017 yang akan datang.
"Ini merupakan gelaran yang ke 7 dimana TRAPPAN turut
serta mempromosikan acara tersebut," jelas Ketua TRAPPAN H. Udin.
Trail Adventure Panjalu Panumbangan (TRAPPAN) selain mempromosikan
acara budaya Nyangku juga mengenalkan alam Panjalu.
Adventure yang bertajuk One Day Adventure TRAPPAN Mapag
Nyangku ini akan menyajikan jalur yang 100% baru.
Jalur sepanjang 65km telah menanti peserta tentunya dengan
berbagai rintangan yang beragam.
Keindahan alam Panjalu dengan Situ Lengkongnya akan menjadi
daya tarik tersendiri untuk peserta.
Bahkan terdapat penginapan untuk peserta yang datang beserta
keluarga.
Untuk mengikuti gelaran ini peserta dikenakan biaya
registrasi sebesar Rp 200 ribu.
Peserta akan mendapatkan jersey tangan panjang, makan,
asuransi, tanda peserta serta tanda scrut.
Panitia telah menyediakan hadiah utama yaitu 6 unit motor
baru bagi peserta yang beruntung.
Selain itu berbagai hadiah menarik lainnya pun telah
disiapkan panitia untuk peserta.
Peserta akan dihibur oleh berbagai hiburan baik tradisional
maupun modern.
Seperti biasa gelaran adventure akan lebih semarak dengan
hadirnya MC Gokil yang akan memandu acara hingga selesai yaitu Abah Guru.
Seperti biasa selain memandu MC Gokil Abah Guru akan
menghibur seluruh peserta dan penonton dan akan diselipkan wawasan tentang
adventure.
Seperti yang baru saja digelar ditaman Boros Ngora Panjalu, Ciamis pada hari Sabtu kemarin (9/12). Lebih dari 1200 offroader hadir mengikuti gelaran acara yang kali ini diberi tajuk ‘Nincak Leutak Tanah Darat’.
Seperti yang baru saja digelar ditaman Boros Ngora Panjalu, Ciamis pada hari Sabtu kemarin (9/12). Lebih dari 1200 offroader hadir mengikuti gelaran acara yang kali ini diberi tajuk ‘Nincak Leutak Tanah Darat’.
“Tahun 2017 ini sudah menginjak tahun yang ke 7 untuk gelaran Trail Adventure Mapag Nyangku. Kami telah banyak berevaluasi dari gelaran sebelumnya. Sehingga pelaksanaan di tahun ke 7 ini sudah semakin baik” terang Haji Udin selaku ketua pelaksana dari gelaran ini.
Seperti pengaturan jalur trail sepanjang 100 kilometer yang dibagi menjadi 5 zona. “Tujuan dibagi 5 zona ini untuk mempermudah evakuasi apabila nantinya terjadi hal hal yang kurang diinginkan. Kalo dulu tidak dibagi per zona, alhasil kru sweeper pasti yang paling capek” jelas Aang HW selaku observer dari Pengprov IMI Jabar.
Sistem zona ini pun juga mendapat tanggapan yang positif dari Abah Guru MC yang menjadi master of ceremony acara ini sekaligus pemilik Gurdun Production yang kerap bikin gelaran trail adventure di pulau Jawa.
“Pembagian zona ini bakal lebih praktis karena menguntungkan semua pihak, baik peserta atau pun panitia. Jadinya setelah acara ini selesai tidak akan terlalu membebani apabila ada proses evakuasi untuk mengeluarkan motor peserta yang bermasalah” jelas Abah Guru MC yang mengundang seluruh pecinta trail adventure untuk mengikuti event Jelajah Alam Cipatujah 4 Tasikmalaya yang akan digelar 31 Desember 2017 mendatang
Sumber:
http://otocorner.com
http://motorplus.gridoto.com
Langganan:
Postingan (Atom)















































