Acara Nyangku di Alun-alun

Acara Nyangku di Alun-alun
Tampilkan postingan dengan label warisan budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warisan budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Desember 2017

Upacara Adat Nyangku, Warisan Budaya Kerajaan Panjalu Untuk Indonesia

Upacara adat Nyangku adalah rangkaian prosesi adat penyucian benda-benda pusaka peninggalan Prabu Sanghyang Borosngora dan para Raja serta penerusnya Bupati Panjalu yang tersimpan di Pasucian Bumi Alit. Saat ini upacara adat Nyangku sudah masuk kedalam Warisan Budaya Nasional.
Kang Erli selaku sekretaris Yayasan Borosngora mengatakan, “upacara ini sudah dimulai sejak hari Jum’at (15/12/2017) dengan acara penyerahan Cai Tirta Kahuripan yaitu mengumpulkan Sembilan mata air untuk dipakai membersihkan benda pusaka Kerajaan Panjalu”.
Sumber mata air tersebut berasal dari Situ Lengkong, Karantenan Gunung Sawal, Kapunduhan (Makam Prabu Rahyang kuning), Cipanjalu, Kubang Kelong, Pasanggrahan, Bongbang Kancana, Ciomas dan Gunung Bitung.
Rangkaian acara tersebut dilanjutkan pada hari minggu, 17.12.2017 pukul 20.00 WIB yang bertempat di Bumi Alit, dengan acara tausiah oleh penceramah ustadz Andri bertema Maulud Nabi SAW.
Selesai acara tausiah, tepat Pukul 21.00 WIB acara dilanjutkan dengan pentas silat dan pagelaran wayang golek. Pencak silat ini berasal dari Padepokan Maung Panjalu Simper.
Rangkaian Acara Nyangku ini memiliki daya Tarik tersendiri pasalanya, meskipun cuaca hujan, ribuan orang memadati Alun- alun panjalu untuk menyaksikan pagelaran pencak Silat dan Wayang golek.
“Biasanya acara setelah maulud Nabi, dilanjut dengan Pentas Debus namun mulai saat ini mungkin ada sedikit perubahan oleh panitia dengan acara pencak silat” terang Kang Erli.
Ia menambahkan, Acara nyangku ini tidak hanya melibatkan masyarakat panjalu. Tokoh budayawan dari luar kota pun turut hadir dan berpartisipasi dalam prosesi nyangku malam hari ini.
Sumber: wartapriangan.com

Keren!! Nyangku Dijadikan Warisan Budaya Tak Benda Nasional 2017

Puncak Rangkaian Acara Upacara adat nyangku dilaksanakan pada hari Senin (18/12/2017) di Taman Borosngora Alun-Alun Panjalu, Kecamatan panjalu, Kabupaten Ciamis. Tamu Undangan dalam Upacara tersebut dihadiri oleh Bupati Ciamis. Wakil Bupati Ciamis, Dandim 0613 Ciamis, Kapolres Ciamis, Mantan Kapolda Jabar dan tamu dari Kraton Yogyakarta.
Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Upacara Adat Nyangku sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional 2017.
Penetapan WBTB ini berkorelasi kuat dengan upaya pemerintah yang ingin menumbuhkan karakter relijius, nasionalis dan berbudaya kepada generasi muda. Melalui program Pendidikan Penguatan Karakter (PPK), pemerintah pusat dan daerah bisa mengajak siswa untuk menelisik, mempelajari, dan mengamalkan semua nilai-nilai kearifan lokal di daeranya masing-masing seperti Upacara Adat Nyangku ini.
Dalam Upacara tahunan yang dilakukan di Panjalu tersebut, Bupati Ciamis, H. IIng Syam Arifin menyerahkan sertifikat WBTB Nasional 2017 kepada Ketua Yayasan Borosngora dan disambut meriah oleh seluruh warga Panjalu.
Ketua Yayasan Borosngora, Kang Mamay mengatakan bahwa “Nyangku benar diakui asli dan resmi sebagai peninggalan dari leluhur orang Panjalu yaitu Prabu Sanghiang Borosngora oleh kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.”
“Upacara ini Unik dan tidak ada yang seperti Nyangku di tempat lain.sehingga perlu untuk dipelihara dan dipertahankan keberadaannya”tambahnya.
Dalam acara tersebut Yayasan Borosngora mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Bupati Ciamis dan kepala Dinas Parawisata yang telah ikut serta dalam terselenggaranya Upacara Adat Nyangku ini.

Sumber: wartapriangan.com