Acara Nyangku di Alun-alun

Acara Nyangku di Alun-alun

Senin, 14 Desember 2015

Tol Cileunyi-Tasikmalaya akan Terhubung dengan Tol Cilacap-Yogyakarta

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jalur Tol Cileunyi-Tasikmalaya (Citas) direncanakan akan terhubung ke jalur Tol Cilacap-Yogyakarta. Ini, sangat mungkin mengingat salah satu lokasi pintu keluar tol Citas ada di wilayah Banjar. "(Tol Citas) Akan nyambung ke (jalur tol) Jateng, ke tol Cilacap yang sedang dibangun," ujar Kepala Dinas Bina Marga Jabar M Guntoro, Selasa (20/10).

Guntoro mengatakan, saat ini proses pembangunan Tol Citas telah memasuki pembahasan mengenai analisis dampak lingkungan (Amdal). Saat inin proses pembahasan feasibility study (FS) atau studi kelaikan tol Citas telah selesai. "FS sudah semua, sekarang sedang proses Amdal. Insya Allah bersambut karena kita fokus," katanya.

Menurut Guntoro, pemerintah pusat mendukung penuh pembangunan ruas Tol Citas. Berdasarkan hasil rapat bersama seluruh stakehoders, pihaknya berencana untuk segera melakukan pembebasan lahan Tol Citas di tahun 2016.

"Sesuai kesepakatan dengan Bappeda, tahun depan akan kami coba untuk pembebasan lahan baik dihulu maupun hilir," katanya.

Menurut Guntoro, yang jelas harus ada pembebasan lahan, tapi yang penting Tol Citas masuk slot jaringan jalan tol nasional dulu. Terkait anggaran pembangunan tol, diproyeksikan bisa masuk dalam kebijakan anggaran tahun depan. Jumlah investasinya, diperkirakan mencapai Rp 12 triliun.
Namun, ia harus mengecek jumlah investasi pasti untuk pembangunan tol yang diproyeksikan menjadi pemecah kemacetan di jalur selatan Jabar.  "Investasi lupa lagi takut salah, harus dipastikan lagi apakah sekitar Rp 12 triliun," katanya.

Menurut dia, tol Citas akan dibangun mulai dari Cileunyi-Malangbong-Ciawi-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar dan tak tertutup kemungkinan dilanjut ke Pangandaran. Nantinya, akan ada sembilan pintu keluar tol dalam proyek tersebut. "Di antaranya exit tol di Cileunyi, Malangbong, Ciawi, Tasikmalaya, Banjar dan Garut," katanya.

Mantap! Pembangunan Tol Cileunyi – Tasik – Banjar Tahun Ini Dimulai

Selasa (19/05), sebaris kabar gembira untuk masyarakat Priangan Timur tersiar. Pembangunan Tol Cileunyi – Tasik – Banjar tahun ini akan segera dimulai! Bagi warga Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar serta Pangandaran tentunya pembangunan jalur bebas hambatan yang menghubungkan Priangan Timur dengan Bandung ini sangat dinanti-nanti.
“Ya, tahun ini dimulai,” jawab Kepala Bappeda Kabupaten Ciamis, Drs. H. Kusdiana, M.M., saat dikonfirmasi Warta Priangan perihal kebenaran kabar pembangunan tol tersebut.
Tahun ini tahapan awal berupa pembuatan AMDAL dan DED akan segera dimulai. DED (Detail Engineering Design), sebuah produk dari konsultan perencana yang akan dijadikan pedoman oleh pelaksana pembangunan. Rencana pembangunan ruas jalan tol Cileunyi – Tasikmalaya – Banjar ini juga sudah tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2012, tentang Pengelolaan Pembangunan dan Pengembangan Metropolitan dan Pusat Pertumbuhan di Jawa Barat.
Kepastian tentang pembangunan Tol Cileunyi – Tasik – Banjar tersebut menyusul hasil rapat di provinsi pada hari Senin (18/05), yang dihadiri oleh semua perwakilan pemerintahan daerah se-Priangan Timur. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, H. M. Guntoro, memaparkan hasil Feasibility Study (FS) terkait rencana pembangunan Tol Cileunyi – Tasik – Banjar.
Berdasarkan hasil Feasibility Study (FS)Rute jalan bebas hambatan memiliki panjang 107 KM dengan titik awal dari Majalaya – Nagreg – Limbangan – Malangbong – Rajapolah – Ciamis – Banjar. Jalan bebas hambatan tersebut akan terhubung dengan rencana jalan tol Gedebage – Majalaya. (Senny Apriani/WP)

Sumber: wartapriangan.com

Sabtu, 05 Desember 2015

Nyangku 2011

Upacara Nyangku tahun 2011 dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2011.

Undangan Upacara Nyangku tahun 2011



Arak-arakan pembawa pusaka ke Situ Lengkong

Arak-arakan pembawa pusaka ke Alun-alun


Panggung dari bambu tempat pencucian pusakadi tengah-tengah alun-alun Panjalu (taman Borosngora)

Panggung tempat para undangan 
Jeruk nipis yang dipersiapkan untuk mencuci pusaka
Rombongan pembawa pusaka pengiring


Acara dimeriahkan oleh Marchingband bebera sekolah











Minggu, 09 Agustus 2015

Dokumentasi Prosesi Pernikahan Adat Sunda Jaman Belanda - Pernikahan Putra Bupati Limbangan dan Putri Bupati Ciamis

Beginilah prosesi pernikahan ala menak Sunda di masa lalu, sebagaimana terekam dalam video upacara dan perayaan pernikahan putra Bupati Limbangan (Garoet) dan putri Bupati Ciamis. Pernikahan tersebut berlangsung pada tahun 1913.
Judul aslinya Huwelijksfeesten te Tjiamis (Perayaan Pernikahan di Ciamis). Video berdurasi 18 menitan ini merupakan dokumentasi yang dibuat oleh Koloniaal Instituut, Amsterdam.
Tidak ada keterangan siapa nama bupati-bupati itu serta siapa nama mempelainya. Tapi, jika menilik pada susunan bupati Limbangan/Garut dan Ciamis, pada tahun 1913 diketahui bupati yang memerintah di Kabupaten Limbangan/Garut adalah Raden Adipati Wiratanudatar VIII (1871-1915). Sementara, Bupati Ciamis saat itu adalah Raden Adipati Aria Kusumasubrata (1886-1914).
Raden Adipati Wiratanudatar VIII adalah bupati terakhir Kabupaten Limbangan, yang pada tanggal 7 Mei 1913 diubah namanya menjadi Kabupaten Garut. Ia menjabat sebagai Bupati terakhir Kabupaten Limbangan dari 1871-1913, dan sebagai Bupati pertama Kabupaten Garut dari 1913-1915.
Kembali ke Huwelijksfeesten te Tjiamis. Rekaman video ini dibagi dua bagian yang masing-masing bagian berdurasi kurang lebih 9 menitan. Ini film bisu. Untuk membantu penonton, maka dimunculkan tulisan pembuka sebagai narasi dari gambar yang akan ditayangkan.
Silakan saksikan di link ini:
Sumber naratasgaroet.wordpress.com

Rabu, 08 Juli 2015

Telah berpulang ke Rahmatullah Ketua Yayasan Borosngora Bpk Edi Hernawan Cakradinata




Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
Telah berpulang ke Rahmatullah Ketua Yayasan Borosngora Bpk Edi Hernawan Cakradinata pada tanggal 28 Juni 2015 jam 20.00 di rumah sakit Tasikmalaya.
Jenazah dimakamkan pada tanggal 29 Juni 2015 jam 8.00 di pemakaman Puspaligar Panjalu disamping ayahandanya bpk Atong Cakradinata yang belum lama meninggal (5 April 2015).

Almarhum pernah menjabat sebagai anggota DPRD tingkat II kab Ciamis dari PDIP. Pada akhir jabatannya tahun 2008 beliau sakit jantung sehingga harus dioperasi bypass di rumah sakit jantung Harapan Kita Jakarta. Setelah operasi jantung kesehatan beliau tidak stabil dan sering keluar masuk rumah sakit.

Almarhum meninggalkan 1 istri (Tinceu Sumartini)  dan 3 orang anak (Panji Gentaraya Cakradinata, Pandu, Ajeng). Pada masa hidupnya almarhum ditunjuk sebagai ketua Yayasan Borosngoro sebagai penerus dari alm. bpk Atong Cakradinata.

Mohon doanya, Semoga amal ibadah beliau diterima disisiNya dan dihapus segala dosanya. Amin.

Persiapan akan dishalatkan di musholla Bumi Alit

Suasana pemakaman



Minggu, 05 April 2015

Berpulang Ke Rahmatullah Bapak Atong Cakradinata


Telah berpulang ke rahmatullah bapak R.H. Atong Cakradinata (Tjakradinata), hari ini Ahad tgl 5 April 2015 jam 5.25. Beliau seorang tokoh dan sesepuh Panjalu dan mantan kuwu Panjalu.
Mohon doanya, Semoga amal ibadah beliau diterima disisiNya dan dihapus segala dosanya. Amin.

Riwayat hidup singkat:
Lahir tahun 1927
Diangkat sebagai Kuwu Panjalu 1950-1992.
Mempunyai 12 orang anak (8 putra, 4 putri)

Foto ketika muda


Foto Bpk Atong bersama Gusdur pada acara Maulid th 2005 di Panjalu
Bapak Atong sedang membawa pusaka utama dalam acara Nyangku tahun 2000.


Ikut Belasungkawa atas meninggalnya R. H Atong Cakradinata
Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
Amin.